HEADERWEB3

 

Selamat Datang Di Website Resmi Pengadilan Agama Maumere, Kami siap Memberikan Pelayanan yang Prima Untuk Anda...

Written by Super User on . Hits: 19


1

MEMBANGUN KEBIASAAN BAIK MELALUI ATOMIC HABITS

Umat Islam baru saja melalui dan menyelesaikan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, salah satu ibadah yang pelaksanaan dan penyelesaiannya menuntut usaha keras dan sungguh-sungguh. Dalam pemahaman yang utuh, ibadah puasa tidak terbatas pada sekedar menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri di siang hari, tetapi juga dari perilaku tidak terpuji seluruh anggota tubuh, seperti bicara kotor, melepas pandangan untuk hal-hal negatif, dan sejenisnya. Lebih dari itu, ibadah puasa menuntut orang yang menjalankannya untuk mengisi waktu-waktunya, siang ataupun malam, dengan amaliah-amaliah positif, baik bersifat ritual maupun sosial. Ringkasnya ibadah puasa mengajarkan dan mendorong seorang muslim untuk melakukan pembiasaan positif, baik yang bersifat pasif (menahan diri) maupun aktif (berbuat baik).

Realitas kehidupan manusia menunjukkan bahwa untuk mencapai sebuah keberhasilan, dalam skala kecil maupun besar, adanya pembiasaan positif adalah sebuah keniscayaan. Sebuah contoh sederhana adalah keberhasilan seseorang yang menderita obesitas dalam menurunkan berat badannya. Sebelum dia berhasil memperoleh level berat badan yang diinginkan sudah pasti yang bersangkutan telah menempuh dan menjaga sebuah proses kebiasaan positif, seperti berolah raga secara teratur, memilih dan mengurangi porsi makan, dan lain sebagainya. Analog dengan proses tersebut adalah contoh-contoh keberhasilan lainnya dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Sebuah pembiasaan positif tidak akan pernah terwujud tanpa adanya upaya yang keras dan sungguh-sungguh. Barangkali sudah seperti itu hukumnya bahwa setiap upaya kebaikan memerlukan kerja keras untuk menjaganya, tetapi tidak sebaliknya. Ibarat pepatah yang mengatakan, “Kalau menanam padi, akan tumbuh rumput, tapi kalau menanam rumput jangan harap akan tumbuh padi.” Padi adalah representasi target kebaikan yang ingin dicapai oleh manusia, sedangkan rumput adalah kendala-kendala yang datang merongrong. Artinya setiap jalan menuju sebuah keberhasilan hampir dipastikan akan dipenuhi “rumput-rumput” berupa cobaan, halangan, dan berbagai kesulitan. Oleh sebab itu dibutuhkan keseriusan, ketekunan, dan kerja keras dalam menggapainya.

Sudah banyak kisah yang kita ketahui atau kita dengar tentang orang-orang yang mampu mengukir prestasi tertentu, dari yang sederhana sampai yang fenomenal. Dan bila dicermati kisah perjalanan mereka menuju prestasinya akan terungkap bahwa mereka mempunyai perilaku istimewa yang tidak ada pada orang-orang yang gagal. Salah satu dari perilaku tersebut adalah kebiasaan melakukan hal-hal kecil secara konsisten terkait prestasi yang kemudian diraihnya. Seorang penulis buku, misalnya, sebelum melahirkan buku-buku berkualitas yang membawanya menjadi seorang penulis terkenal ternyata dia memiliki kebiasaan menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca dan menulis secara konsisten meskipun hanya beberapa halaman atau beberapa lembar. Hal seperti inilah yang sekarang dikenal dengan sebutan atomic habits, yakni istilah yang ditujukan kepada kebiasaan-kebiasaan kecil positif yang dilakukan seseorang yang punya komitmen untuk mencapai prestasi tertentu yang diinginkan.

Orang seringkali mengabaikan pentingnya mengerjakan hal-hal kecil secara konsisten, padahal sudah menjadi semacam aksioma bahwa kesuksesan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui sebuah proses panjang usaha setahap demi setahap yang dilakukan secara konsisten. Bukankah bangunan gedung yang megah, bahkan pencakar langit sekalipun, adalah terdiri dari susunan material-material kecil yang ditata secara teratur dan terencana, setahap demi setahap. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk mencapai tujuan atau prestasi tertentu adalah dengan jalan melakukan langkah-langkah kecil namun konkret secara konsisten sehingga menjadi kebiasaan positif.

Agama Islam sangat mendorong umatnya untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan dengan amal yang positif meskipun nilainya kecil atau sederhana. Bahkan Islam memiliki terminologi sendiri untuk menyebut kebiasaan yang seperti ini, yakni “istiqomah,” yaitu sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Nabi Muhammad saw. memberikan motivasi khusus kepada seorang mukmin untuk selalu menjaga kebiasaan-kebiasaan baik meskipun hanya sedikit. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslaim, beliau bersabda:

Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang berkelanjutan meskipun sedikit.”

Dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslin, Ahmad , dan Thabarani, beliau bersabda:

Kerjakanlah amal seberapa yang kamu mampu. Demi Allah, Tuhan tidak akan bosan hingga kamulah yang bosan.

Sebaliknya beliau tidak menganjutkan sikap orang yang tidak mampu menjaga kebiasaan baiknya, sebagaimana sabdanya ketika memberi nasihat kepada Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash yang diriwayatkan oleh Iamam Bukhari dan Muslim:

Hai Abdullah, janganlah engkau seperti si Fulan itu. Dahulu dia suka berdiri shalat diwaktu malam, tetapi sekarang dia meninggalkannya.

Dengan demikian, jelas bahwa prinsip atomic habits sangat sejalan dengan prinsip pembelajaran Islam.

Di antara hikmah dari perlunya memulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil dalam menggapai sesuatu kebaikan yang besar adalah agar kita terhindar dari rasa bosan dan malas. Berlebih-lebihan dalam mengerjakan sesuatu seringkali mengakibatkan orang melakukannya cepat merasa bosan, sehingga terhenti di tengah jalan, yang akhirnya target yang diinginkan gagal diraih. Oleh sebab itu, strategi atomic habits sangat diperlukan oleh siapa saja yang ingin mencapai suatu kebaikan atau keberhasilan jangka panjang, apapun itu.

 

Alamat Kami

kantor

Jln. Diponegoro, Kel.Wolomarang
Kec.Alok Barat Kab.Sikka - NTT 86115
Telp. (0382) 21134 / 23514
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website : pa-maumere.go.id

noname